Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Arti dan Strata Sosial Berdasarkan Lipatan Piru/destar Amarasi

Gambar
Arti dan Strata Sosial Berdasarkan Lipatan Piru/destar Amarasi Bijae Sunaf 1. Lipatan Piru Bijae sunaf merujuk pada kerbau pada zaman dahulu sebelum ada sapi Bali. Kerbau dalam sebutan bahasa Amarasi yaitu bijae meto/bjae tutur. Lipatan tanduk kerbau dikhususkan utk kaum bangsawan (Raja, Amaf, Naimnuki Dan Keluarga raja/turunannya) Bib Ruki 2. Lipatan Bib Ruikif (menyerupai telinga kambing) utk remaja pada umumnya. Lipatan ini dipakai oleh para pemuda remaja dalam acara-acara penting sepetti pesta adat, penyambutan tamu penting, hajatan HUT 17 agustus, dll. Naimnuki 3. Apabila untuk Naimnuki maka destar/piru lipatannya membetuk kerucut atau gunungan pada bagian depan saja sebagai tanda kemegahan. Hau mone 4. Hau monef/Piru bercabang tiga utk anak-anak.  Sebenarnya lipatan ini dikhususkan hanya untuk anak-anak sampai remaja. Tobe 5. Sedangkan utk lipatan Tobe yaitu khusus untuk tua adat/t...

SETAHUN PERJALANAN FORSA

Gambar
Tiada terasa usia Forum Orang Sonraen (FORSA) telah genap 1 tahun tepat pada tanggal 9/4/2022. Forsa terbentuk usai badai seroja melanda Sonraen 4-5 april 2021. Sebagai tanda ucapan syukur atas kemurahan dan penyertaan Tuhan selama setahun ini, maka Forsa akan mengadakan ibadah syukuran Forsa ke-1, rencananya akan diadakan di Sonraen sebagai pusat dari kegiatan Forsa Nasional.  Walaupun syukuran Forsa rencananya akan diadakan sederhana, namun semua pengurus dan anggota, baik yang ada di Sonraen dan yang ada di Kupang beserta undangan diupayakan agar bisa hadir pada hari syukuran itu.  Sebelumnya penggagas Forsa yang ada dalam pengurus inti mengusulkan dan menyepakati agar dalam ibadah syukur itu ada makan-minum ala kadarnya sesuai kemampuan Forsa sehingga setiap forsa wilayah diharapkan memberikan donasi 250.000 untuk acara doa syukuran itu. Tidak menutup pintu juga jika ada sumbangan sukarela dari anggota Forsa.  Kita patut bersyukur karena atas kemurahan dan...

Rincian Donasi Forsa Untuk Yang Sakit Dan Yang Meninggal Dunia Mei -Juli 2021

Gambar
Sepanjang bulan Mei s/d Juli 2021 keluarga forsa ada yang sakit dan meninggal dunia sehingga forsa ikut ambil bagian emberikan donasi utk meringankan beban sekaligus sebagai tanda kasih sesuai moto forsa "Mafit Fiti Maner Es Nok Es" Berikut rinciannya; Sumbangan donasi Sakit: 1. Anak Erland Runesi Rp. 2,800,000 (14 Juni 2021) 2. Bapak Nahum Runesi Rp. 750,000 (14 Juni 2021) Donasi Duka: 1. Anak dari Fransius Nenoharan Rp. 1,550,000 (25 Mei 2021) 2. Sdr. Eliakim/Elki Medo Rp. 1,400,000 (22 Juni 2021) 3. Mama Yuliana Taloim Rp. 1,200,000 (4 Juli 2021) 4. Sdri. Frid Ekaristi Bureni Rp. 900,000 (4 Juli 2021) 5. Sdr. Noldi Masneno Rp. ?? Sementara dijalankan Sumbangan duka untuk keluarga Fransius Nenoharan 1. Evi Runesi Rp. 100.000,-✅ 2. Will Bureni Rp.  100.000✅ 3. Kel.Kakizono Rp. 100,000✅ 4. Kel. Obehetan Rp. 100,000✅ 5. Kel. Nainahas Rp. 50,000✅ 6. Kel. Aner Abraham 50,000✅ 7. Rofinus Tenis Rp. 100,000✅ 8. Kel. Orbi Sandi Fay Rp. 100,000✅ 9. Forsa Surabaya Rp. 200,...

Apa Untungnya Jadi Anggota Forsa?

Gambar
Apabila jadi anggota forsa aktif, maka satu tahun bayar iuran forsa 120,000 dengan rincian 10,000/bulan.  Dalam satu tahun itu apabila terjadi kedukaan dalam keluarga inti maka tentu kita sangat terbantu dan tidak sebanding dengan iuran yang kita beri.  Kalaupun dalam satu tahun itu tidak ada kematian dalam keluarga inti kita, berarti kita menopang/membantu keluarga forsa yang lain yang mungkin mengalami duka.  Itulah sebabnya moto Forsa adalah *"Mafit Fiti Maner Es Nok Es"*. _"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2) _ Keluarga inti yang dicover itu al; suami/isteri, anak-anak, kedua ortu dan kedua mertua. Jadi sebenarnya iuran forsa ini sangat bermanfaat.  Jadi bagi yang belum mendaftar ikut iuran, ayo segera mendaftar agar bisa membantu keluarga inti basodara apabila terjadi duka yang sewaktu-waltu dialami, dengan menghubungi no. Tlp/wa di bawah ini untuk mendaftar bagi yang belum jadi anggota F...

HUT PERDANA FORSA

Gambar
Forum Orang Sonraen (FORSA) dibentuk di Jakarta tanggal 9/4/2022 usai badai seroja melanda Sonraen, kec. Amarasi Selatan, Kab. Kupang dan hampir seluruh wilayah NTT pada tanggal 4-5 april 2021. Forum Orang Sonraen ini dibentuk atas inisiatif beberapa orang yaitu Anastasia Runesi, Elisember Runesi, Warleni Runesi, Eta Runesi, Aner Abraham Nitti Runesi.  Hasil pertemuan kemudian disampaikan oleh Pdt Aner Abraham Nitti Runesi kepada beberapa saudara di grup WA sehingga kemudian terbentuklah Forum Orang Sonraen (FORSA) dengan aksi perdana yaitu pengumpulan donasi untuk pembelian paket sembako tahap-1&2 yang telah dikirimkan ke Sonraen pasca badai soroja.  Atas peran dan kerja sama semua anggota Forsa, maka Forsa telah berperan dalam menyalurkan donasi 1&2 ketika terjadi badai seroja tgl 4-5 april 2021.  Adapun donasi Forsa tersebut, sbb: – Donasi-1 pada tgl, 15 April 2021 sebesar Rp. 21.805,856 – Donasi-2 pada tgl, 17 Mei 2021 sebesar Rp. 33.740,714 Kita p...

ASAL USUL KERAJAAN AMARASI

Gambar
Raja Amarasi berasal dari kerajaan Wehali di Belu Atambua. Konon kata penutur, salah satu putera raja menjatuhkan mangkok bersejarah milik kerajaan sampai pecah sehingga kemudian ia diusir oleh ayahnya yang tak lain adalah Raja Wehali sendiri.  Cerita inilah yang sering diceritakan para orang tua Amarasi kepada anak cucunya secara turun temurun hingga tulisan ini dibuat tentang sebab musabab putera raja Wehali meninggalkan kerajaan Wehali.   Tetapi apakah sesederhana itu kejadian yang sebenarnya terjadi sehingga Sang Pangeran diusir keluar dari istana...? Akan diulas pada bagian selanjutnya dalam tulisan ini..... Dan lanjutan cerita para orang tua Amarasi bahwa putra Raja Wehali ini kemudian melarikan diri menuju arah barat bagian utara pulau Timor yaitu Insana dan beserta para pengikutnya yaitu para hulubalang (panglima tentara, Meo dan masyarakat) pendukung setia tinggal di Biboki. Kemudian putra Raja Wehali ini meneruskan perjalanan beserta para pengikut te...

Sejarah Singkat Sonkiku Cikal Bakal Kelurahan Sonraen

Gambar
Sonkiku adalah sebutan wilayah ketemukungan yang ditempati 6 suku yang masuk ke wilayah ini untuk pertama kalinya tidak bersamaan dan menempati bagiannya masing² sebelum Nai Rasi masuk Amarasi  Enam suku itu antara lain Nenoharan, Seran, Beti, Bana, Mnahonin serta Bonat  1. Nenoharan menempati Tubumnanu 2. Seran menempati Puamob 3. Beti dan Bana menempati pusat Sonkiku 4. Bonat menempati Bireo  5. Sedangkan Oeketun, Bireno dan Hinmat di tempati oleh marga Mnahonin Selain ke-6 suku ini adalah para pendatang sesudahnya atas inisiatif Raja Koroh seperti Taopan, Kaseh, Neparasi, Reo yang menempati wilayah antara Sonkiku dan Buraen yaitu ketemukungan Teunraen ketika Sonaf Buraen berdiri yang merupakan cikal bakal berdirinya kecamatan Amarasi ketika itu.  Sonkiku sendiri adalah wilayah dibawah kuasa suku Bana sebelum Nai Rasi masuk Amarasi tetapi tidak sampai menempati pusat Sonkiku sedangkan suku yang pertama kali menempati pusat Sonkiku adalah marga Beti atas...